ESDM

Ekonomi Sumber Daya Manusia – didefinisikan sebagai ilmu ekonomi yang diterapkan untuk menganalisis pembentukan dan pemanfaatan sumber daya manusia yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi (Subri, Mulyadi, 2003: 1) atau ekonomi sumber daya manusia merupakan penerapan teori ekonomi pada analisis sumber daya manusia (Ananta, Aris,1990: 3).

Dalam ekonomi sumber daya manusia tidak ada teori baru yang dipakai, semua teori dasarnya adalah teori ekonomi mikro dan makro, hanya saja penerapannya yang berbeda. Oleh sebab itu sebagai dasar untuk mempelajari ekonomi sumber daya manusia maka mahasiswa harus setidak-tidaknya mengambil mata kuliah Pengantar Ekonomi Mikro dan Pengantar Ekonomi Makro.

Ruang Lingkup Ekonomi Sumber Daya Manusia

Ekonomi sumber daya manusia mempelajari tentang berbagai hal yaitu: Perencanaan Sumber Daya Manusia (Human Resources Planning), Ekonomi Ketenaga Kerjaan (Labor Economics), dan Ekonomi Kependudukan (Population Economics). Di bagian berikut akan diuraikan secara singkat masing-masing studi dan kaitannya dengan Ekonomi Sumber Daya Manusia.

Dalam pelaksanaaannya, upaya peningkatan SDM dilaksanakan melalui berbagai sektor pembangunan, antara lain sektor kesehatan, kesejahteraan sosial, kependudukan, pendidikan, tenaga kerja, dan sektor-sektor pembangunan lain. Upaya peningkatan Sumber Daya Manusia dilakukan melalui kebijaksanaan pokok yang bersifat lintas sektoral dan menjadi dasar dalam penentuan kebijaksanaan dan program yang bersifat sektoral. Berikut adalah kebijaksanaan pokok tersebut:

Peningkatan Kualitas Hidup baik manusianya maupun kehidupannya. Hal ini dilakukan antara lain melalui:

  • Pembangunan pendidikan, akan memperhatikan arah pembangunan ekonomi di masa mendatang, dalam arti responsif terhadap dinamika pembangunan dan perintan pasar kerja, sehingga sesuai dengan kebutuhan (demand driven).
  • Pembangunan kesehatan, mendapatkan perhatian dengan menanamkan budaya hidup sehat, serta memperluas cakupan dan mutu pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin dan daerah terpencil.
  • Untuk penduduk miskin, penngkatan kualitas dilakukan dengan memberikan keterampilan praktis, menumbuhkan sikap produktif, serta mendorong sikap keswadayaan dan kemandirian untuk bersama melepaskan diri dari kemiskinan.
  • Menekan laju pertumbuhan penduduk dengan pelaksanaan gerakan keluarga berencana.

Peningkatan kualitas SDM yang produktif dan upaya pemerataan penyebaran. Dilakukan melalui :

  • Peningkatan kemampuan/ketrampilan
  • Disiplin
  • Etos kerja produktif
  • Sikap kreatif dan inovatif
  • Membina lingkungan kerja yang sehat untuk memacu prestasi

Peningkatan kualitas SDM yang berkemampuan dalam memanfaatkan, mengembangkan dan menguasai iptek yang berwawasan lingkungan. Dilakukan juga melalui:

  • Pelatihan tenaga kerja dengan pengembangan usaha yang mandiri dan professional
  • Mobilitas sumber daya manusia yang kurang produktif ke kegiatan yang lebih produktif
  • Pengembangan system perlindungan tenaga kerja

Pengembangan pranata yang meliputi kelembagaan dan perangkat hukum yang medukung upaya kualitas SDM. Untuk efisiensi dan efektvitas, maka koordinasi antar lembaga pemerintah, maupun antara lembaga-lembaga dimasyarakat dalam pengembangan SDM perlu lebih dikembangkan. Mayarakat, termasuk dunia usaha (swasta), koperasi dan organisasi kemasyarakatan lainnya didorong untuk lebih partisipatif dalam berbagai upaya peningkatan kualitas SDM.

WhatsApp chat